leonitaverea08

come to join me :) you'll know how friendly I am

PENGHITUNGAN BESAR SAMPEL PENELITIAN

PENDAHULUAN

 

Keterwakilan populasi oleh sampel dalam penelitian merupakan syarat penting untuk suatu generalisasi atau inferensi. Pada dasarnya semakin homogen nilai variabel yang diteliti, semakin kecil sampel yang dibutuhkan, sebaliknya semakin heterogen nilai variabel yang diteliti, semakin besar sampel yang dibutuhkan.

Di samping keterwakilan populasi (kerepresentatifan), hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan besar sampel adalah keperluan analisis. Beberapa analisis atau uji statistik memerlukan persyaratan besar sampel minimal tertentu dalam penggunaannya.

Dalam makalah ini akan dibahas penentuan besar sampel dengan tujuan dapat mewakili populasi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penghitungan besar sampel adalah :

  1. Jenis dan rancangan penelitian
  2. Tujuan penelitian/analisis
  3. Jumlah populasi atau sampel
  4. Karakteristik populasi/cara pengambilan sampel (teknik sampling)
  5. Jenis (skala pengukuran) data (variabel dependen)

 

Pada kondisi yang berbeda, cara penentuan besar sampel juga berbeda. Berdasarkan jenisnya, dibedakan penelitian observasional atau eksperimen. Berdasarkan tujuan penelitian atau analisisnya, dibedakan diskriptif atau inferensial (estimasi atau pengujian hipotesis). Berdasarkan jumlah populasi atau sampelnya, dibedakan satu populasi/sampel atau lebih dari satu populasi/sampel. Hal ini berhubungan dengan karakteristik populasi atau cara pengambilan sampel (sampling) yang dibedakan random atau non random sampling. Random sampling dibedakan simple random, systematic random, stratified random, cluster random atau multistage random sampling. Berdasarkan jenis data atau variabel yang dianalisis, dibedakan data proporsi atau kontinyu. Hal-hal di atas sangat menentukan cara penghitungan besar sampel.

PENELITIAN OBSERVASIONAL

 

 

Besar sampel pada satu populasi

 

  1. Estimasi

 

  1. Simple random samplingatau systematic random sampling

 

– Data kontinyu

 

Untuk populasi infinit, rumus besar sampel adalah :

 

Z21-a/2  s2

n = ————-

d2

 

 

di mana    n          = besar sampel minimum

Z1-a/2    = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada a tertentu

s2                    = harga varians di populasi

d          = kesalahan (absolut) yang dapat ditolerir

Jika populasi finit, maka rumus besar sampel adalah :

 

 

N Z21-a/2  s2

n = ————————–

(N-1) d2  + Z21-a/2  s2

 

di mana N =  besar populasi

 

– Data proporsi

 

Untuk populasi infinit, rumus besar sampel adalah :

 

 

Z21-a/2  P (1-P)

n = ——————–

d2

 

di mana     n          = besar sampel minimum

Z1-a/2    = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada a tertentu

P          = harga proporsi di populasi

d          = kesalahan (absolut) yang dapat ditolerir

Jika populasi finit, maka rumus besar sampel adalah :

 

 

N Z21-a/2  P (1-P)

n = ——————————-

(N-1) d2  + Z21-a/2 P (1-P)

 

di mana N =  besar populasi

 

  1. Stratified random sampling

 

– Data kontinyu

 

Rumus besar sampel adalah :

N2h s2h

Nh s2h

 

 

di mana    n        = besar sampel minimum

N         = besar populasi

Z1-a/2    = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada a tertentu

s2h      = harga varians di strata-h

d          = kesalahan (absolut) yang dapat ditolerir

W h      = fraksi dari observasi yang dialokasi pada strata-h = N h/N

Jika digunakan alokasi setara, W = 1/L

L          = jumlah seluruh strata yang ada

 

– Data proporsi

 

Rumus besar sampel adalah :

 

di mana    n        = besar sampel minimum

N         = besar populasi

Z1-a/2    = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada a tertentu

Ph        = harga proporsi di strata-h

d          = kesalahan (absolut) yang dapat ditolerir

W h      = fraksi dari observasi yang dialokasi pada strata-h = N h/N

Jika digunakan alokasi setara, W = 1/L

L          = jumlah seluruh strata yang ada

 

c. Cluster random sampling

 

– Data kontinyu

 

Pada cluster random sampling, ditentukan jumlah cluster yang akan diambil sebagai sampel. Rumusnya adalah :

 

 

 

 

N Z21-a/2  s2

n = ———————————-

(N-1) d2 (N/C) 2 + Z21-a/2  s2

 

 

di mana    n        = besar sampel (jumlah cluster) minimum

N         = besar populasi

Z1-a/2    = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada a tertentu

s2                    = harga varians di populasi

d          = kesalahan (absolut) yang dapat ditolerir

C         = jumlah seluruh cluster di populasi

 

– Data proporsi

 

Rumus besar sampel adalah :

 

 

N Z21-a/2  s2

n = ———————————-

(N-1) d2 (N/C) 2 + Z21-a/2  s2

 

 

di mana    n        = besar sampel (jumlah cluster) minimum

N         = besar populasi = åmi

Z1-a/2    = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada a tertentu

d          = kesalahan (absolut) yang dapat ditolerir

C         = jumlah seluruh cluster di populasi

s2                    = å(ai – mi P)2/(C’-1)   dan    P = åai /åmi

ai          = banyaknya elemen yang masuk kriteria pada cluster ke-i

mi           = banyaknya elemen pada cluster ke-i

C’        = jumlah cluster sementara

 

 

 

 

 

 

  1. Uji Hipotesis

 

– Data kontinyu

 

         Rumus besar sampel adalah :

di mana    n          = besar sampel minimum

Z1-a/2    = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada a tertentu

Z1-b      = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada b tertentu

s2                    = harga varians di populasi

m0-ma   = perkiraan selisih nilai mean yang diteliti dengan mean di

populasi

 

– Data proporsi

 

Rumus besar sampel adalah :

 

di mana    n          = besar sampel minimum

Z1-a/2    = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada a tertentu

Z1-b      = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada b tertentu

P0        = proporsi di populasi

Pa        = perkiraan proporsi di populasi

Pa-P0    = perkiraan selisih proporsi yang diteliti dengan proporsi

di populasi

 

 

Besar sampel pada DUA POPULASI

 

1. Estimasi

a. Data kontinyu

 

Rumus besar sampel sebagai berikut :

 

 

 

di mana    n          = besar sampel minimum

Z1-a/2    = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada a tertentu

s2                    = harga varians di populasi

d          = kesalahan (absolut) yang dapat ditolerir

 

    b. Data proporsi

 

– Cross sectional

 

Rumus besar sampel sebagai berikut :

 

 

di mana    n          = besar sampel minimum

Z1-a/2    = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada a tertentu

P1        = perkiraan proporsi pada populasi 1

P2        = perkiraan proporsi pada populasi 2

d          = kesalahan (absolut) yang dapat ditolerir

 

– Cohort

 

Rumus besar sampel sebagai berikut :

 

 

di mana    n          = besar sampel minimum

Z1-a/2    = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada a tertentu

P1        = perkiraan probabilitas outcome (+) pada populasi 1

P2        = perkiraan probabilitas outcome (+) pada populasi 2

e          = kesalahan (relatif) yang dapat ditolerir

 

Pada penelitian cohort, untuk mengantisipasi hilangnya unit pengamatan, dilakukan koreksi dengan  1/(1-f), di mana f adalah proporsi unit pengamatan yang hilang atau mengundurkan diri atau drop out.

 

– Case-control

 

Rumus besar sampel adalah :

 

di mana    n          = besar sampel minimum

Z1-a/2    = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada a tertentu

P1*      = perkiraan probabilitas paparan pada populasi 1 (outcome +)

P2*      = perkiraan probabilitas paparan pada populasi 2 (outcome -)

e          = kesalahan (relatif) yang dapat ditolerir

 

 

2. Uji Hipotesis

 

a. Data kontinyu

 

Rumus besar sampel sebagai berikut :

 

di mana    n          = besar sampel minimum

Z1-a/2    = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada a tertentu

Z1-b      = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada b tertentu

s2                    = harga varians di populasi

m1-m2   = perkiraan selisih nilai mean di populasi 1 dengan populasi 2

 

    b. Data proporsi

 

– Cross sectional

 

Rumus besar sampel sebagai berikut :

 

 

di mana    n          = besar sampel minimum

Z1-a/2    = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada a tertentu

Z1-b      = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada b tertentu

P1        = perkiraan proporsi pada populasi 1

P2         = perkiraan proporsi pada populasi 2

`P         = (P1 + P2)/2

 

 

 

 

 

 

– Cohort

 

Rumus besar sampel sebagai berikut :

di mana    n          = besar sampel minimum

Z1-a/2    = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada a tertentu

Z1-b      = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada b tertentu

P1        = perkiraan probabilitas outcome (+) pada populasi 1

P2        = perkiraan probabilitas outcome (+) pada populasi 2

`P         = (P1 + P2)/2

 

Pada penelitian cohort, untuk mengantisipasi hilangnya unit pengamatan, dilakukan koreksi dengan  1/(1-f), di mana f adalah proporsi unit pengamatan yang hilang atau mengundurkan diri atau drop out.

 

 

– Case-control

 

            Rumus besar sampel adalah :

 

 

di mana    n          = besar sampel minimum

Z1-a/2    = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada a tertentu

Z1-b      = nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada b tertentu

P1*      = perkiraan probabilitas paparan pada populasi 1 (outcome +)

P2*      = perkiraan probabilitas paparan pada populasi 2 (outcome -)

 

Jika besar sampel kasus dan kontrol tidak sama (unequal), dibuat modifikasi besar sampel dengan memperhatikan rasio kontrol terhadap kasus. Rumus di atas dikalikan dengan faktor  (r + 1) / (2 . r). Besar sampel untuk kelompok kontrol adalah (r.n).

 

 

 

 

 

PENELITIAN EKSPERIMENTAL

 

Pada penelitian eksperimental, belum banyak rumus yang dikembangkan untuk menentukan besar sampel yang dibutuhkan. Untuk menentukan besar sampel (replikasi) yang dibutuhkan digunakan rumus berikut :

 

  1. Untuk rancangan acak lengkap, acak kelompok atau faktorial, secara sederhana dapat digunakan rumus :

 

(t-1) (r-1) ³ 15

 

di mana t = banyak kelompok perlakuan

r = jumlah replikasi

 

  1. Di samping rumus di atas dan untuk rancangan eksperimen lain yang membutuhkan perhitungan besar sampel, dapat digunakan rumus besar sampel seperti pada penelitian observasional baik untuk satu sampel maupun lebih dari 1 sampel, baik untuk data proporsi maupun data kontinyu.

 

Pada penelitian eksperimen, untuk mengantisipasi hilangnya unit eksperimen, dilakukan koreksi dengan  1/(1-f), di mana f adalah proporsi unit eksperimen yang hilang atau mengundurkan diri atau drop out.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Referensi :

 

CDC, FHI, WHO, 1991. An Epidemiologic Approach to Reproductive Health. Editors : PA Wingo, JE Higgins, GL Rubin, SC Zahniser. CDC-Atlanta, FHI-North Carolina, WHO-Geneva.

 

Cochran WG, 1977. Sampling Techniques. John Wiley & Sons, Inc.

 

Fleiss JL, 1981. Statistical Methods for Rates and Proportions. Second Edition. John Wiley & Sons.

 

Hanafiah KA, 2003. Rancangan Percobaan, Teori & Aplikasi. Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Palembang. Penerbit PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.

 

Lemeshow S, DW Hosmer Jr, J Klar, SK Lwanga, 1990. Adequacy of Sample Size in Health Studies. WHO. John Wiley & Sons.

 

Notoatmodjo S, 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Penerbit PT Rineka Cipta.

 

Pratiknya AW, 2001. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kedokteran & Kesehatan. Penerbit PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.

 

Sastroasmoro S, S Ismael,1995. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Penerbit PT Binarupa Aksara, Jakarta.

 

Sugiarto, D. Siagian, LT Sunaryanto, DS Oetomo, 2003. Teknik Sampling. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

 

Supranto J, 2000. Teknik Sampling untuk Survei dan Eksperimen. Penerbit PT Rineka Cipta, Jakarta.

 

Leave a comment »

TANGGUNG jawab sosial perusahaan atau CSR (corporate social responsibility)

TANGGUNG jawab sosial perusahaan atau CSR (corporate social responsibility) kini jadi frasa yang semakin populer dan marak diterapkan perusahaan di berbagai belahan dunia. Menguatnya terpaan prinsip good corporate governance seperti fairness, transparency, accountability, dan responsibility telah mendorong CSR semakin menyentuh “jantung hati” dunia bisnis.

Di tanah air, debut CSR semakin menguat terutama setelah dinyatakan dengan tegas dalam UU PT No. 40 Tahun 2007 yang belum lama ini disahkan DPR. Disebutkan bahwa PT yang menjalankan usaha di bidang dan/atau bersangkutan dengan sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Pasal 74 ayat 1).

Namun, UU PT tidak menyebutkan secara terperinci berapa besaran biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk CSR serta sanksi bagi yang melanggar. Pada ayat 2, 3, dan 4 hanya disebutkan bahwa CSR “dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memerhatikan kepatutan dan kewajaran.” PT yang tidak melakukan CSR dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan. Ketentuan lebih lanjut mengenai CSR ini baru akan diatur oleh peraturan pemerintah yang hingga kini belum dikeluarkan.

Akibatnya, standar operasional mengenai bagaimana menjalankan dan mengevaluasi kegiatan CSR masih diselimuti kabut misteri. Selain sulit diaudit, CSR juga menjadi program sosial yang “berwayuh” wajah dan mengandung banyak bias.

Banyak perusahaan yang hanya membagikan sembako atau melakukan sunatan massal setahun sekali telah merasa melakukan CSR. Tidak sedikit perusahaan yang menjalankan CSR berdasarkan copy-paste design atau sekadar “menghabiskan” anggaran. Karena aspirasi dan kebutuhan masyarakat kurang diperhatikan, beberapa program CSR di satu wilayah menjadi seragam dan seringkali tumpang tindih.

Walhasil, alih-alih memberdayakan masyarakat, CSR malah berubah menjadi Candu (menimbulkan kebergantungan pada masyarakat), Sandera (menjadi alat masyarakat memeras perusahaan), dan Racun (merusak perusahaan dan masyarakat).

Sejarah singkat

Pengertian CSR sangat beragam. Intinya, CSR adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial, tetapi untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan secara holistik, melembaga, dan berkelanjutan. Beberapa nama lain yang memiliki kemiripan dan bahkan sering diidentikkan dengan CSR adalah corporate giving, corporate philanthropy, corporate community relations, dan community development.

Ditinjau dari motivasinya, keempat nama itu bisa dimaknai sebagai dimensi atau pendekatan CSR. Jika corporate giving bermotif amal atau charity, corporate philanthropy bermotif kemanusiaan dan corporate community relations bernapaskan tebar pesona, community development lebih bernuansa pemberdayaan.

Dalam konteks global, istilah CSR mulai digunakan sejak tahun 1970-an dan semakin populer terutama setelah kehadiran buku Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line in 21st Century Business (1998) karya John Elkington.

Mengembangkan tiga komponen penting sustainable development, yakni economic growth, environmental protection, dan social equity yang digagas the World Commission on Environment and Development (WCED) dalam Brundtland Report (1987), Elkington mengemas CSR ke dalam tiga fokus: 3P (profit, planet, dan people). Perusahaan yang baik tidak hanya memburu keuntungan ekonomi belaka (profit), tetapi memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan (planet) dan kesejahteraan masyarakat (people).

Di Indonesia, istilah CSR semakin populer digunakan sejak tahun 1990-an. Beberapa perusahaan sebenarnya telah lama melakukan CSA (corporate social activity) atau aktivitas sosial perusahaan. Walaupun tidak menamainya sebagai CSR, secara faktual aksinya mendekati konsep CSR yang merepresentasikan bentuk “peran serta” dan “kepedulian” perusahaan terhadap aspek sosial dan lingkungan.

Melalui konsep investasi sosial perusahaan seat belt, sejak tahun 2003 Departemen Sosial tercatat sebagai lembaga pemerintah yang aktif dalam mengembangkan konsep CSR dan melakukan advokasi kepada berbagai perusahaan nasional. Kepedulian sosial perusahaan terutama didasari alasan bahwasannya kegiatan perusahaan membawa dampak (baik maupun buruk) bagi kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat, khususnya di sekitar perusahaan beroperasi.

Selain itu, pemilik perusahaan sejatinya bukan hanya shareholders atau para pemegang saham, melainkan pula stakeholders, yakni pihak-pihak yang berkepentingan terhadap eksistensi perusahaan. Stakeholders dapat mencakup karyawan dan keluarganya, pelanggan, pemasok, masyarakat sekitar perusahaan, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, media massa, dan pemerintah selaku regulator. Jenis dan prioritas stakeholders relatif berbeda antara satu perusahaan dan lainnya, bergantung pada core bisnis perusahaan yang bersangkutan (Supomo, 2004).

Sebagai contoh, PT Aneka Tambang, Tbk. dan Rio Tinto menempatkan masyarakat dan lingkungan sekitar sebagai stakeholders dalam skala prioritasnya. Sementara itu, stakeholders dalam skala prioritas bagi produk konsumen seperti Unilever atau Procter & Gamble adalah para customer-nya.

Bias-bias CSR

Berdasarkan pengamatan terhadap praktik CSR selama ini, tidak semua perusahaan mampu menjalankan CSR sesuai filosofi dan konsep CSR yang sejati. Tidak sedikit perusahaan yang terjebak oleh bias-bias CSR berikut ini.

Pertama, kamuflase. CSR yang dilakukan perusahaan tidak didasari oleh komitmen genuine, tetapi hanya untuk menutupi praktik bisnis yang memunculkan ethical questions. Bagi perusahaan seperti ini, CD bukan kepanjangan dari community development, melainkan “celana dalam” yang berfungsi menutupi “aurat” perusahaan. McDonald`s Corporation di AS dan pabrik sepatu Nike di Asia dan Afrika pernah tersandung kasus yang berkaitan dengan unnecessary cruelty to animals dan mempekerjakan anak di bawah umur.

Kedua, generik. Program CSR terlalu umum dan kurang fokus karena dikembangkan berdasarkan template atau program CSR yang telah dilakukan pihak lain. Perusahaan yang impulsif dan pelit biasanya malas melakukan inovasi dan cenderung melakukan copy-paste (kadang dengan sedikit modifikasi) terhadap model CSR yang dianggap mudah dan menguntungkan perusahaan.

Ketiga, directive. Kebijakan dan program CSR dirumuskan secara top-down dan hanya berdasarkan misi dan kepentingan perusahaan (shareholders) semata. Program CSR tidak partisipatif sesuai prinsip stakeholders engagement yang benar.

Keempat, lip service. CSR tidak menjadi bagian dari strategi dan kebijakan perusahaan. Biasanya, program CSR tidak didahului oleh needs assessment dan hanya diberikan berdasarkan belas kasihan (karitatif). Laporan tahunan CSR yang dibuat Enron dan British American Tobacco (BAT), misalnya, pernah menjadi sasaran kritik sebagai hanya lip service belaka.

Kelima, kiss and run. Program CSR bersifat ad hoc dan tidak berkelanjutan. Masyarakat diberi “ciuman” berupa barang, pelayanan atau pelatihan, lantas ditinggalkan begitu saja. Program yang dikembangkan umumnya bersifat myopic, berjangka pendek, dan tidak memerhatikan makna pemberdayaan dan investasi sosial. CSR sekadar “menanam jagung”, bukan “menanam jati”.

CSR yang baik

CSR yang baik (good CSR) memadukan empat prinsip good corporate governance, yakni fairness, transparency, accountability, dan responsibility, secara harmonis. Ada perbedaan mendasar di antara keempat prinsip tersebut (Supomo, 2004). Tiga prinsip pertama cenderung bersifat shareholders-driven karena lebih memerhatikan kepentingan pemegang saham perusahaan.

Sebagai contoh, fairness bisa berupa perlakuan yang adil terhadap pemegang saham minoritas; transparency menunjuk pada penyajian laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu; sedangkan accountability diwujudkan dalam bentuk fungsi dan kewenangan RUPS, komisaris, dan direksi yang harus dipertanggung jawabkan.

Sementara itu, prinsip responsibility lebih mencerminkan stakeholders-driven karena lebih mengutamakan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap eksistensi perusahaan. Stakeholders perusahaan bisa mencakup karyawan beserta keluarganya, pelanggan, pemasok, komunitas setempat, dan masyarakat luas, termasuk pemerintah selaku regulator. Di sini, perusahaan bukan saja dituntut mampu menciptakan nilai tambah (value added) produk dan jasa bagi stakeholders perusahaan, melainkan pula harus sanggup memelihara kesinambungan nilai tambah yang diciptakannya itu (Supomo, 2004).

Namun demikian, prinsip good corporate governance jangan diartikan secara sempit. Artinya, tidak sekadar mengedepankan kredo beneficience (do good principle), melainkan pula nonmaleficience (do no-harm principle) (Nugroho, 2006).

Perusahaan yang hanya mengedepankan benificience cenderung merasa telah melakukan CSR dengan baik. Misalnya, karena telah memberikan beasiswa atau sunatan massal gratis. Padahal, tanpa sadar dan pada saat yang sama, perusahaan tersebut telah membuat masyarakat semakin bodoh dan berperilaku konsumtif, umpamanya, dengan iklan dan produknya yang melanggar nonmaleficience.***

 

Hal ini yang menjadi perhatian terbesar dari peran perusahaan dalam masyarakat telah ditingkatkan yaitu dengan peningkatan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan masalah etika. Masalah seperti perusakan lingkungan, perlakuan tidak layak terhadap karyawan, dan cacat produksi yang mengakibatkan ketidak nyamanan ataupun bahaya bagi konsumen adalah menjadi berita utama surat kabar. Peraturan pemerintah pada beberapa negara mengenai lingkungan hidup dan permasalahan sosial semakin tegas, juga standar dan hukum seringkali dibuat hingga melampaui batas kewenangan negara pembuat peraturan (misalnya peraturan yang dibuat oleh Uni Eropa. Beberapa investor dan perusahaam manajemen investasi telah mulai memperhatikan kebijakan CSR dari Surat perusahaan dalam membuat keputusan investasi mereka, sebuah praktek yang dikenal sebagai “Investasi bertanggung jawab sosial” (socially responsible investing).

Banyak pendukung CSR yang memisahkan CSR dari sumbangan sosial dan “perbuatan baik” (atau kedermawanan seperti misalnya yang dilakukan oleh Habitat for Humanity atau Ronald McDonald House), namun sesungguhnya sumbangan sosial merupakan bagian kecil saja dari CSR. Perusahaan di masa lampau seringkali mengeluarkan uang untuk proyek-proyek komunitas, pemberian bea siswa dan pendirian yayasan sosial. Mereka juga seringkali menganjurkan dan mendorong para pekerjanya untuk sukarelawan (volunteer) dalam mengambil bagian pada proyek komunitas sehingga menciptakan suatu itikad baik dimata komunitas tersebut yang secara langsung akan meningkatkan reputasi perusahaan serta memperkuat merek perusahaan. Dengan diterimanya konsep CSR, terutama triple bottom line, perusahaan mendapatkan kerangka baru dalam menempatkan berbagai kegiatan sosial di atas.

Kepedulian kepada masyarakat sekitar/relasi komunitas dapat diartikan sangat luas, namun secara singkat dapat dimengerti sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas. CSR adalah bukan hanya sekedar kegiatan amal, di mana CSR mengharuskan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusannya agar dengan sungguh-sungguh memperhitungkan akibat terhadap seluruh pemangku kepentingan(stakeholder) perusahaan, termasuk lingkungan hidup. Hal ini mengharuskan perusahaan untuk membuat keseimbangan antara kepentingan beragam pemangku kepentingan eksternal dengan kepentingan pemegang saham, yang merupakan salah satu pemangku kepentingan internal.

“dunia bisnis, selama setengah abad terakhir, telah menjelma menjadi institusi paling berkuasa diatas planet ini. Institusi yang dominan di masyarakat manapun harus mengambil tanggung jawab untuk kepentingan bersama….setiap keputusan yang dibuat, setiap tindakan yang diambil haruslah dilihat dalam kerangka tanggung jawab tersebut [1]

Sebuah definisi yang luas oleh World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) yaitu suatu suatu asosiasi global yang terdiri dari sekitar 200 perusahaan yang secara khusus bergerak dibidang “pembangunan berkelanjutan” (sustainable development) yang menyatakan bahwa:

” CSR adalah merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta seluruh keluarganya”

Leave a comment »

Memilih Pakaian Yang Sesuai Tubuh Anda

Kita semua sudah tahu, salah satu cara untuk tampil menarik adalah dengan mengenakan pakaian yang tepat. Sayangnya banyak pria yang kesulitan menentukan pakaian yang sesuai dengan bentuk tubuh mereka.Terdapat pakaian tertentu untuk tipe tubuh yang berbeda. Untuk itulah pada artikel kali ini saya akan memberikan tips dalam berpakaian yang bisa menyiasati bentuk tubuh kita agar tampil lebih menarik.

1. Tinggi dan Kurus

  • Kenakan pakaian berbahan tebal - Jika Anda bertubuh tinggi dan kurus, mengenakan pakaian berbahan tebal dapat membuat tubuh Anda terlihat lebih proporsional karena seperti memberikan tambahan berat ke tubuh Anda.
  • Kenakan pakaian berwarna cerah - Warna-warna cerah dapat memberikan kesan berisi pada tubuh Anda. Pilih warna cerah seperti khaki atau abu-abu. Jangan kenakan warna gelap atau pakaian dengan pola garis vertikal, karena akan membuat Anda terlihat lebih tinggi dan kurus.
  • Perhatikan detail lain ataupun aksesoris - Jika memakai jacket, jangan memilih yang panjangnya sampai pinggang bawah dan mengancingkannya sampai atas. Hindari mengenakan dasi model slim.
  • Kenakan celana yang agak lebar - Untuk menyiasati agar tidak terlihat lebih kurus, kenakan celana yang agak lebar, jangan model slim fit. Jika mengenakan jeans, gunakan yang model lower cut.

Bertubuh Tinggi

2. Gemuk atau Bertubuh Besar

  • Kenakan pakaian berbahan ringan – Pria berbadan gemuk atau besar sebaiknya mengenakan pakaian berbahan ringan yang dapat membuatnya terlihat lebih ramping.
  • Kenakan warna gelap - Warna-warna gelap dapat memberikan efek/ilusi merampingkan tubuh Anda. Kenakan atasan dan bawahan berwarna sama. Hindari pakaian berwarna terang dan mengkilat, karena akan memfokuskan perhatian orang terhadap tubuh Anda.
  • Say NO pada kemeja atau shirt dengan padding/bantalan bahu.
  • Jangan menggulung lengan T-shirt – Jika Anda tak mau terlihat seperti tukang pukul, jangan sekali-kali anda melakukannya.
  • Kenakan jam berukuran besar – Jam tangan berukuran besar dan gagah dapat memberikan efek melangsingkan tangan Anda.
  • Jangan mengenakan jeans terlalu ketat atau terlalu lebar - Sebaiknya pilih jeans dengan jenis classic dengan model straight pipe

Bertubuh Besar

3. Bertubuh Pendek

  • Kenakan pakaian motif garis vertikal – Motif garis vertikal merupakan cara terbaik untuk memberikan ilusi agar tubuh Anda terlihat lebih tinggi.
  • Hindari pakaian dengan pola berikut - Houndstooth, herringbone, glen urquhart check, dan windowpane check. Karena pola-pola ini akan mempertegas tubuh Anda yang pendek.
  • Kenakan baju atau kemeja lengan panjang yang tidak terlalu longgar – Dengan ini Anda akan terlihat lebih tinggi.
  • Kenakan celana panjang yang ukurannya pas dengan tubuh Anda – Tidak terlalu ngatung ataupun terlalu panjang
  • Kenakan celana panjang/jeans model low rise dan straight legModel celana ini membuat Anda terlihat lebih tinggi.

Bertubuh Pendek

Jika Anda bertubuh tinggi dan besar atau bertubuh pendek dan kurus, Anda bisa mengkombinasikan tips-tips di atas untuk mendapatkan hasil yang Anda inginkan agar tampil menarik.

Leave a comment »

cara memasang animasi lucu di blog-mu :)

Cara memasang gambar animasi lucu di pojok blog (widget animasi blog gratis)

Cara menampilkan gambar animasi di pojok blog. Terkadang untuk menghias blog agar tampak lebih menarik maka bisa memasang gambar animasi di blog.Bisa ditempatkan di pojok atas (kiri dan kanan), pojok bawah kiri dan kanan, atau semua pojok diisi gambar lucu-lucu.

Untuk menampilkan gambar lucu, cukup copy salah satu script html di bawah ini kemudian masukkan ke dalam gadget html. Script ini saya buat menggunakan kode html ditambah gambar dari situs sweetim.

Contoh dan scriptnya bisa dilihat di bawah ini :
1.Gajah loncat

Script:

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; left: 20px;width:120px;height:160px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img border=”0″ src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/000203BC.gif&#8221; title=”Click to get more.” /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Widget-Animasi</a></center></small></div>

2. Boring

Script :

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; left: 20px;width:80px;height:120px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/0002016B.gif&#8221; border=”0″ /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Widget-Animasi</a></center></small></div>

3.Tuyul ketawa

Script:

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; right: 20px;width:82px;height:160px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/0002031F.gif&#8221; border=”0″ /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Widget-Animasi</a></center></small></div>

4.Boneka joget

Script :

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; left: 20px;width:82px;height:160px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/0002013F.gif&#8221; border=”0″ /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Widget-Animasi</a></center></small></div>

5. Panda main bola

Script :

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; right: 30px;width:160px;height:160px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/0002032D.gif&#8221; border=”0″ /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Widget-Animasi-Blog</a></center></small></div>

6. Tuyul baring

Script :

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; left: 20px;width:120px;height:100px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img border=”0″ src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/0002031E.gif&#8221; title=”Click to get more.” /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Free-Widget-Animasi</a></center></small></div>

7. Panda biru

Script

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; left: 20px;width:100px;height:100px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img border=”0″ src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/0002033D.gif&#8221; title=”Click to get more.” /></a>
<small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Free-Widget-Animasi</a></center></small></div>

8. Panah

Script:

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; left: 10px;width:210px;height:120px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img border=”0″ src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/00020236.gif&#8221; title=”Click to get more.” /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Widget Animasi</a></center></small></div>

9. Bunga

Script :

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; left: 10px;width:100px;height:160px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img border=”0″ src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/00020322.gif&#8221; title=”Click to get more.” /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Widget Animasi</a></center></small></div>

10.Anjing laut

Script:

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; left: 10px;width:110px;height:160px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img border=”0″ src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/000203B5.gif&#8221; title=”Click to get more.” /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Widget Animasi</a></center></small></div>

11.Lumba-lumba

Script :

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; left: 10px;width:110px;height:160px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img border=”0″ src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/000203BA.gif&#8221; title=”Click to get more.” /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Widget Animasi</a></center></small></div>

12.Kucing tidur

Script :

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; left: 10px;width:110px;height:140px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img border=”0″ src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/000203C0.gif&#8221; title=”Click to get more.” /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Widget Animasi</a></center></small></div>

13.Kelinci

Script :

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; left: 10px;width:125px;height:160px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img border=”0″ src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/000203A0.gif&#8221; title=”Click to get more.” /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Widget Animasi</a></center></small></div>

14.Dragon

Script:

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; left: 10px;width:150px;height:130px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img border=”0″ src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/00020478.gif&#8221; title=”Click to get more.” /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Widget Animasi</a></center></small></div>

15.Ikan

Script :

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; left: 10px;width:100px;height:130px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img border=”0″ src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/00020479.gif&#8221; title=”Click to get more.” /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Widget Animasi</a></center></small></div>

16.Pinguin

Script :

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; left: 10px;width:110px;height:130px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img border=”0″ src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/00020484.gif&#8221; title=”Click to get more.” /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Widget Animasi</a></center></small></div>

17. Helikopter

Script :

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; left: 10px;width:110px;height:130px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img border=”0″ src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/00020389.gif&#8221; title=”Click to get more.” /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Widget Animasi</a></center></small></div>

Anda bisa memilih salah satu script di atas kemudian masukkan ke gadget html/javascript. Jika menggunakan blog wordpress gratisan / blogdetik bisa copy script di atas ke widget text html.

Cara memasang widget animasi ke blog :

1. Pilih script yang tersedia

2. Di Dashboard blogger pilih Rancangan – Elemen halaman

Catatan:
Untuk tampilan blogger yang baru Pilih Tata Letak

3. Selanjutnya pilih Tambah Gadget

4. Kemudian pilih HTML/Javascript

5. Masukkan script animasi ke dalam kotak kontent HTML/Javascript

Jangan lupa klik tombol Save

Catatan:

1.Contoh blog yang sudah terpasang widget di atas bisa dilihat disini widget animasi atau disini widget blog
2. Untuk mengganti posisi widget dari sebelah kiri ke kanan ganti tag left menjadi right
Untuk mengubah posisi dari kiri ke kanan ganti tag right menjadi left
Contohnya bisa dilihat di bawah ini

<div style=”position: fixed; bottom: 0px; left: 30px;width:160px;height:160px;”><a href=”http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&lpver=3&ref=10&#8243; target=”_blank”><img src=”http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/0002032D.gif&#8221; border=”0″ /></a><small><center><a href=”http://www.komputerseo.com&#8221; target=”_blank”>Widget-Animasi-Blog</a></center></small></div>

sumber : http://www.komputerseo.com/2010/12/cara-memasang-gambar-animasi-lucu-di.html

Leave a comment »

Angelina Sondakh Dituntut 12 Tahun Penjara

Mantan Anggota Badan Anggaran (Banggar) Angelina Sondakh dituntut 12 tahun penjara oleh tim penuntut umum KPK. Jaksa menilai Angie terbukti telah menerima suap karena telah mengupayakan alokasi anggaran untuk proyek-proyek pada program pendidikan tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan program pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Selain pidana penjara, lanjut Jaksa Kresno Anto Wibowo, Angie juga dikenakan pidana denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Bukan hanya itu, Angie juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp12,5 miliar dan AS$2,35 juta. Pembayaran uang pengganti ini dilakukan satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. “Jika tidak dibayar dipidana selama dua tahun,” katanya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/12).

Perbuatan Angie ini sesuai dengan dakwaan pertama jaksa yakni melanggar Pasal 12 huruf a jo. Pasal 18 UU Pemberantasan korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. Menurut Kresno, perbuatan Angie itu tak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi tapi malah memanfaatkan jabatannya selaku anggota dewan.

Selain itu, perbuatan Angie juga telah merusak hak sosial dan hak ekonomi masyarakat. Bahkan selaku wakil rakyat dan publik figur, perbuatan Angie tidak memberikan contoh yang baik ke masyarakat. “Angie juga tidak menyesali dan mengakui perbuatannya,” ujar Kresno.

Meski begitu, juga terdapat hal-hal yang meringankan untuk terdakwa Angie. Yakni, ddi persidangan, Angie selalu bersikap sopan, selain itu, mantan Puteri Indonesia itu juga memiliki tanggungan keluarga, belum pernah dihukum serta berusia muda sehingga diharapkan bisa memperbaiki perbuatannya.

Uang yang diterima Angie ini diutarakan oleh beberapa saksi. Seperti M Nazaruddin yang menyatakan rapat-rapat di Permai Grup dan rapat di Tim Pencari Fakta (TPF), bahwa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu telah memberikan uang ke terdakwa. Uang yang diberikan ke Angie dilakukan secara bertahap dengan fisik cash.

“Pemberian dilakukan secara tidak langsung, yakni melalui orang lain, kurir atau orang kepercayaan terdakwa,” kata Jaksa Kiki Achmad Yani.

Dalam fakta persidangan, terdakwa Angie juga terbukti pernah bertemu Menpora Andi Mallarangeng, Mahyuddin dan Nazar untuk membicarakan kesepakatan proyek wisma atlet. Setelah itu, kesepakatan pun ditindaklanjuti oleh Sesmenpora Wafid Muharram.

Hal tersebut senada dengan fakta yang terungkap bahwa Angie juga ikut menyetujui anggaran proyek wisma atlet yang masuk dalam APBNP 2010. “Terdakwa ikut menyetujui anggaran proyek wisma atlet yang masuk dalam APBNP 2010,” kata Kiki.

Penuntut umum meragukan dalih Angie yang menyatakan bahwa uang di rekeningnya berasal dari pendapatannya sebagai anggota dewan dan publik figur tidak bisa diterima. Karena saat menjadi anggota DPR, gaji Angie hanya Rp40 juta. Sedangkan beberapa pendapatan dari dipanggil sebagai bintang tamu di acara talkshow besarannya sekitar Rp1,4 juta sampai Rp4,9 juta.

“Bahwa uang yang diberikan ke terdakwa diambil dari brankas Permai Grup yang berasal dari keuntungan Permai Grup dari proyek-proyek di pemerintah sebagaimana dikatakan Yulianis. Sehingga terhadap terdakwa bisa dijatuhkan uang pengganti,” ujar Kiki.

Baik terdakwa maupun tim pengacara sama-sama akan mengajukan nota pembelaan (pledoi). Majelis hakim yang dipimpin Sujatmiko pun melanjutkan sidang dengan agenda pledoi dari terdakwa dan tim penasihat hukumnya dua pekan lagi. “Sidang dilanjutkan tanggal 3 Januari 2013, tapi dengan catatan tidak ada kata mundur (jadwal pledoinya),” ujar Sujatmiko.

Sumber : http://m.hukumonline.com/berita/baca/lt50d33171405de/angelina-sondakh-dituntut-12-tahun-penjara

Leave a comment »

uu-8-1999 tentang perlindungan konsumen

Leave a comment »

PENGERTIAN ASAS-ASAS HAK TANGGUNGAN & CONTOHNYA

Image

ASAS-ASAS HAK TANGGUNGAN IALAH :

  1. 1.      HAK TANGGUNGAN MEMBERIKAN KEDUDUKAN HAK YANG DIUTAMAKAN

Asas diatas memiliki definisi bahwa hak tanggungan dapat memberikan jaminan hukum untuk para kreditur (jika lebih dari satu krediturnya), dan dari para kreditur-kreditur tersebut dapat diajukan hak untuk didahulukan dalam pelunasan hutang kepadanya berdasarkan beberapa hal yang menjadi prioritas hak dari kreditur yang ingin didahulukan, atau biasa disebut dengan deroit de preference. (pasal 1 ayat (1) dan penjelesan umum nomor 4 UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah).

Contoh :

Semisal sebuah rumah dan tanahnya dijadikan obyek dalam hak tanggungan para beberapa kreditur. Namun, di dalam pengeksekusiannya masing-masing kreditur diperbolehkan untuk mengajukan hak prioritasnya untuk segera dilunasi. Hak prioritas tersebut bisa saja diukur dari waktu (lamanya hutang ditandai dengan tanggal pendaftaran), kepentingan kreditur tertentu (hutang kepada negara, maka kreditur yang lain harus mengalah dan tidak diutamakan).

  1. 2.      HAK TANGGUNGAN TIDAK DAPAT DI BAGI-BAGI

Yang dimaksud dengan sifat tidak dapat dibagi-bagi Hak Tanggungan adalah bahwa Hak Tanggungan membebani secara utuh obyek Hak Tanggungan dan setiap bagian daripadanya. Telah dilunasinya sebagian dari utang yang dijamin tidak berarti terbebasnya sebagian obyek Hak Tanggungan dari beban Hak Tanggungan, melainkan Hak Tanggungan itu tetap membebani seluruh obyek Hak Tanggungan untuk sisa utang yang belum dilunasi (pasal 2 ayat (1) UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah).

Contoh :

Apabila hutang debitur sebesar 100 juta kepada seorang kreditur dengan menjaminkan tanahnya seluas 1 hektar menjadi jaminan Hak Tanggunggannya. Setelah 1 bulan kemudian, hutang tersebut dibayar sebagian yakni sebesar 50 juta. Dengan dibayarnya sebagian hutang tersebut, maka tidak serta merta diartikan bahwa obyek HT tersebut bisa dimiliki sebgian/sepenuhnya, karena masih harus menunggu perlunasan hutang terlebih dahulu.

  1. 3.      HAK TANGGUNGAN HANYA DIBEBANKAN PADA HAK ATAS TANAH YANG TELAH ADA

Hak Tanggungan itu hanya dibebankan pada beberapa hak atas tanah yang terdiri dari beberapa bagian yang masing-masing merupakan suatu kesatuan yang berdiri sendiri dan dapat dinilai secara tersendiri, dan asas dapat dibebankan pada hak atas tanah yang telah ada ini dapat dijalani asal harus diperjanjikan secara tegas dalam Akta Pemberian Hak Tanggungan yang bersangkutan (Pasal 2 ayat (2) UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah).

Contohnya :

Pembangunan sebuah kompleks perumahan  yang biasanya dananya adalah dana talangan dari perkreditan bank kepada developer, yang nantinya akan dijual per unit kepada pembeli. Pembeli-pembeli tersebut pastinya ada yang pembayarannya menempuh cara kredit yang menjadikan rumah tersebut menjadi jaminan HT yang sebelumnya telah ada pembebanan hak atas tanah berupa Hak Milik atas nama developer perumahan tersebut sebelumnya.

  1. 4.      HAK TANGGUNGAN DAPAT DIBEBANKAN SELAIN ATAS TANAH JUGA BENDA-BENDA YANG BERKAITAN DENGAN TANAH TERSEBUT.

Hak Tanggungan dapat pula meliputi bangunan, tanaman, dan hasil karya misalnya candi, patung, gapura, relief yang merupakan satu kesatuan dengan tanah yang bersangkutan. Bangunan yang dapat dibebani Hak Tanggungan bersamaan dengan tanahnya tersebut meliputi bangunan yang berada di atas maupun di bawah permukaan tanah misalnya basement, yang ada hubungannya dengan hak atas tanah yang bersangkutan (Pasal 4 ayat (4) UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah).

Contoh :

Jika yang menjadi obyek HT adalah sebuah tanah yang diatasnya terdapat rumah, pohon-pohon, atau bahkan basement bawah tanah, maka benda-benda tersebut menjadi satu kesatuan atas obyek HT yang dijaminkan.

  1. 5.      HAK TANGGUNGAN DAPAT DIBEBANKAN JUGA ATAS BENDA-BENDA YANG BERKAITAN DENGAN TANAH YANG BARU AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI

Selain benda-benda yang telah ada seperti yang dijelaskan pada point sebelumnya, HT juga dapat dibebankan pada tanah yang baru akan mengadakan benda-benda (seperti yang disebutkan pada point sebelumnya). (Pasal  4ayat (4) UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah).

Contoh :

Jika yang dijaminkan menjadi obyek HT adalah sebuah tanah kosong dan pada kemudian hari akan dibangun sebuah rumah diatasnya, maka rumah yang akan dibangun itu menjadi satu kesatuan dengan tanah yang dapat dijadikan obyek jaminan HT.

 

  1. 6.      PERJANJIAN HAK TANGGUNGAN ADALAH PERJANJIAN ACCECOIR

Perjanjian HT merupakan perjanjian accecoir dimana perjanjian accecoir adalah perjanjian tambahan setelah adanya perjanjian pokok berupa utang-piutang, dimana perjanjian tambahan ini mempunyai tujuan untuk mengamankan para pihak terutama kreditur dan mengikat debitur agar tetap berada peraturan yang telah ada/dibuat. (penjelasan umum nomor 8 UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah).

Contoh :

Perjanjian hutang seorang debitur dengan kreditur dan menjadikan tanahnya sebagai obyek jaminan HT untuk menjaga para pihak tetap pada peraturan yang ada.

 

  1. 7.      HAK TANGGUNGAN DAPAT DIJADIKAN JAMINAN UNTUK UTANG YANG AKAN ADA

Utang yang dijamin dengan Hak Tanggungan dapat berupa utang yang sudah ada maupun yang belum ada tetapi sudah diperjanjikan, jumlahnya pun dapat ditentukan secara tetap di dalam perjanjian yang bersangkutan dan dapat pula ditentukan kemudian berdasarkan cara perhitungan yang ditentukan dalam perjanjian yang menimbulkan hubungan utang-piutang yang bersangkutan. (Pasal 3 ayat (1) UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah).

Contoh :

Utang yang timbul dari pembayaran yang dilakukan oleh kreditor untuk kepentingan debitor dalam rangka pelaksanaan bank garansi.

  1. 8.      HAK TANGGUNGAN DAPAT MENJADI LEBIH DARI SATU UTANG

Hak Tanggungan dapat menjamin beberapa utang dari beberapa kreditur, namun ada persyaratan dimana para kreditur-kreditur tersebut harus berada pada satu lingkup yang bersangkutan. Piutang para kreditor tersebut dijamin dengan satu Hak Tanggungan kepada semua kreditor dengan satu akta pemberian Hak Tanggungan. Hak Tanggungan tersebut dibebankan atas tanah yang sama. Bagaimana hubungan para kreditor satu dengan yang lain, diatur oleh mereka sendiri, sedangkan dalam hubungannya dengan debitor dan pemberi Hak Tanggungan kalau bukan debitor sendiri yang memberinya, mereka menunjuk salah satu kreditor yang akan bertindak atas nama mereka. (Pasal 3 ayat (2) UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah).

Contoh :

Hutang pada beberapa kreditur dengan perjanjian piutang yang berlainan satu sama lain dan menjadikan satu benda menjadi obyek jamina HT, namun para kreditur-kreditur tersebut masih bersangkutan dalam satu lingkup >> hutang pada bank yang terdiri dari beberapa kreditur dan terdiri dari beberapa perjanjian piutang yang berbeda.

 

  1. 9.      HAK TANGGUNGAN MENGIKUTI OBJEKNYA DALAM TANGAN SIAPAPUN OBJEK HAK TANGGUNGAN ITU BERADA

Sifat ini merupakan salah satu jaminan khusus bagi kepentingan pemegang Hak Tanggungan. Walaupun obyek Hak Tanggungan sudah berpindahtangan dan menjadi milik pihak lain, kreditor masih tetap dapat menggunakan haknya melakukan eksekusi, jika debitor cidera janji. HT tidak akan berakhir sekalipun objek HT itu berpindahtangan kepada pihak lain oleh sebab apapun atau biasa disebut dengan deroit de suite. (Pasal 7 UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah).

Contoh :

Sebuah tanah beserta rumah dijadikan obyek HT, kemudian hari rumah itu dijual dan telah berpindahtangan kepada pihk lain. Namun, selama si debitur belum melunasi hutangnya, rumah tersebut masih menjadi obyek HT meskipun sudah menjadi milik orang lain.

  1. 10.  DIATAS HAK TANGGUNGAN TIDAK DAPAT DILETAKKAN SITA OLEH PENGADILAN

Sebuah benda yang dijadikan obyek jaminan Hak Tanggungan tidak dapat diletakkan sita oleh pengadilan dikarenakan di dalam penyitaan oleh pengadilan itu tidak akan memandang bulu dengan siapa debitur itu mengadakan perjanjian dengan kreditur-kreditur atau kepentingan-kepentingan apa yang harus diutamakan. Jadi hal ini bertentangan dengan hakikat Hak Tanggungan yang tertuang di pasal 1 ayat (1) dan penjelesan umum nomor 4 UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah, dimana dalam pasal tersebut ada hak kreditur-kreditur tertentu yang diutamakan.

 

  1. 11.  HAK TANGGUNGAN HANYA DAPAT DIBEBANKAN ATAS TANAH TERTENTU

Hak Tanggungan hanya dapat dibebankan atas tanah tertentu, dimana atas tanah tertentu tersebut juga dijelaskan mengenai uraian tentang benda yang dijadikan obyek jaminan HT secara jelas. Karena di dalam akta pemberian Hak Tanggungan terdapat point dimana uraian mengenai benda jaminan Hak Tanggungan harus dijelaskan secara gamblang/jelas. Jikalau terdapat asas lain yang mengatakan HT dapat dibebankan pada benda-benda yang akan ada yang berkaitan dengan tanah tersebut, maka hal tersebut harus disebutkan juga pada akta pemberian Hak Tanggungan. (pasal 11 ayat (1) huruf e dan UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah).

  1. 12.  HAK TANGGUNGAN WAJIB DI DAFTARKAN

Hak Tanggunggan wajib didaftarkan dan dipublikasikan bertujuan untuk memberikan keamanan dan kejelasan bagi pihak ketiga atas obyek benda jaminan. Akan terasa tidak adil jika pihak ketiga tersebut ikut terikat dengan pembebanan HT tanpa diketahui sebelumnya. Oleh karena itu setiap pembebanan HT atas suatu benda harus di daftarkan dan dipublikasikan untuk menghindari resiko pihak ketiga yang dirugikan. (pasal 13 ayat (1) UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah).

Contoh :

Sebuah rumah yang dijadikan objek HT jika tidak didaftarkan dan tidak dipublikasikan kemudian dijual, akan merugikan pihak ketiga (pembeli) jika suatu saat debitur/pemilik rumah sebelumnya wanprestasi sehingga dilakukan pengeksekusian. Hal ini tentu merugikan pihak ketiga tersebut karena obyek HT tidak memerdulikan ditangan siapa obyek itu berada.

 

  1. 13.  HAK TANGGUNGAN DAPAT DIBERIKAN DENGAN DISERTAI JANJI-JANJI TERTENTU

Asas Hak Tanggungan dapat diberikan dengan disertai janji-janji tertentu sesuai pasal 11 ayat (2) UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah, dimana janji-janji tersebut adalah :

  1. janji yang membatasi kewenangan pemberi Hak Tanggungan untuk menyewakan obyek Hak Tanggungan dan/atau menentukan atau mengubah jangka waktu sewa dan/atau menerima uang sewa di muka, kecuali dengan persetujuan tertulis lebih dahulu dari pemegang Hak Tanggungan;
  2. janji yang membatasi kewenangan pemberi Hak Tanggungan untuk mengubah bentuk atau tata susunan obyek Hak Tanggungan, kecuali dengan persetujuan tertulis lebih dahulu dari pemegang Hak Tanggungan;
  3. janji yang memberikan kewenangan kepada pemegang Hak Tanggungan untuk mengelola obyek Hak Tanggungan berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi letak obyek Hak Tanggungan apabila debitor sungguh-sungguh cidera janji;
  4. janji yang memberikan kewenangan kepada pemegang Hak Tanggungan untuk menyelamatkan obyek Hak Tanggungan, jika hal itu diperlukan untuk pelaksanaan eksekusi atau untuk mencegah menjadi hapusnya atau dibatalkannya hak yang menjadi obyek Hak Tanggungan karena tidak dipenuhi atau dilanggarnya ketentuan undang-undang;
  5. janji bahwa pemegang Hak Tanggungan pertama mempunyai hak untuk menjual atas kekuasaan sendiri obyek Hak Tanggungan apabila debitor cidera janji;
  6. janji yang diberikan oleh pemegang Hak Tanggungan pertama bahwa obyek Hak Tanggungan tidak akan dibersihkan dari Hak Tanggungan;
  7. janji bahwa pemberi Hak Tanggungan tidak akan melepaskan haknya atas obyek Hak Tanggungan tanpa persetujuan tertulis lebih dahulu dari pemegang Hak Tanggungan;
  8. janji bahwa pemegang Hak Tanggungan akan memperoleh seluruh atau sebagian dari ganti rugi yang diterima pemberi Hak Tanggungan untuk pelunasan piutangnya apabila obyek Hak Tanggungan dilepaskan haknya oleh pemberi Hak Tanggungan atau dicabut haknya untuk kepentingan umum;
  9. janji bahwa pemegang Hak Tanggungan akan memperoleh seluruh atau sebagian dari uang asuransi yang diterima pemberi Hak Tanggungan untuk pelunasan piutangnya, jika obyek Hak Tanggungan diasuransikan;
  10. janji bahwa pemberi Hak Tanggungan akan mengosongkan obyek Hak Tanggungan pada waktu eksekusi Hak Tanggungan;

Namun, selain janiji-janji yang disebutkan diatas, para pihak diperbolehkan membuat janji lain asal sesuai kesepakatan bersama.

  1. 14.  HAK TANGGUNGAN TIDAK BOLEH DIPERJANJIKAN UNTUK DIMILIKI SENDIRI OLEH PEMEGANG HAK TANGGUNGAN APABILA CIDERA JANJI

Ketentuan ini diadakan dalam rangka melindungi kepentingan debitor dan pemberi Hak Tanggungan lainnya, terutama jika nilai obyek Hak Tanggungan melebihi besar-nya utang yang dijamin. Pemegang Hak Tanggungan dilarang untuk secara serta merta menjadi pemilik obyek Hak Tanggungan karena debitor cidera janji. Walaupun demikian tidaklah dilarang bagi pemegang Hak Tanggungan untuk menjadi pembeli obyek Hak Tanggungan asalkan melalui prosedur yang diatur dalam Pasal 20 UUHT. (pasal 12  UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah).

Contoh :

Apabila seorang debitur yang menjadikan tanahnya sebagai obyek jaminan HT cidera janji, maka kreditur tidak diperbolehkan memiliki obyek jaminan HT tersebut melainkan harus dijual terlebih dahulu dan diperhitungkan jumlah hutang beserta bunganya. Apabila terdapat kelebihan atas penjualan obyek tersebut, maka harus dikembalikan kepada debitur. Namun, kreditur diperbolehkan menjadi pembeli obyek jaminan HT tersebut dengan melalui sebuah prosedur dalam pasal 20 UUHT.

  1. 15.  PELAKSANAAN EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN MUDAH DAN PASTI

Hak untuk menjual obyek Hak Tanggungan atas kekuasaan sendiri merupakan salah satu perwujudan dari kedudukan diutamakan yang dipunyai oleh pemegang Hak Tanggungan atau pemegang Hak Tanggungan pertama dalam hal terdapat lebih dari satu pemegang Hak Tanggungan. Hak tersebut didasarkan pada janji yang diberikan oleh pemberi Hak Tanggungan bahwa apabila debitor cidera janji, pemegang Hak Tanggungan berhak untuk

menjual obyek Hak Tanggungan melalui pelelangan umum tanpa memerlukan persetujuan lagi dari pemberi Hak Tanggungan dan selanjutnya mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan itu lebih dahulu daripada kreditor-kreditor yang lain. Sisa hasil penjualan tetap menjadi hak pemberi Hak Tanggungan. (pasal 6  UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah).

Dari pasal 6 diatas, maka apabila debitur cidera janji, maka kreditur dapat langsung mengeksekusi obyek benda jaminan tersebut. Karena sertifikat obyek jaminan berada pada kreditur selaku pemegang HT, maka pengeksekusiannya tergolong mudah dan pasti.

Leave a comment »

Kiamat 2012 Suku Maya Gegerkan Warga Dunia

Image

CALIFORNIA – Mendekati 21 Desember 2012, tanggal yang disebut-sebut sebagai waktu di mana dunia akan berakhir, telah membuat panik sebagian warga dunia. Kalendar suku Maya menyebutkan, tanggal tersebut merupakan akhir dari siklus kalendar atau b’ak’tun ke 13.

Dilansir Telegraph, Selasa (11/12/2012), ketakukan mengenai akhir dunia menyebar luas di seluruh dunia hanya beberapa hari hingga tiba akhir dari kalendar suku Maya. Tanggal tersebut dikatakan sebagai akhir sejarah Bumi.

Menjelang 21 Desember 2012, yang menandakan konklusi dari “Hitungan Panjang” 5.125 tahun kalendar suku Maya, menimbulkan kepanikan di sebagian negara seperti China dan Rusia. Kabar tersebut sampai “melaris-maniskan” penjualan tempat penampungan khusus untuk bertahan hidup di Amerika Serikat.

Di Prancis, seperti yang diungkap beberapa waktu lalu, dikabarkan menjadi tempat singgahnya alien di sebuah gunung. Mereka yang percaya kiamat 21 Desember 2012 pun bersiap-siap untuk berkumpul untuk bertemu dengan alien (makhluk asing) yang akan menyelamatkan mereka.

Kondisi “keguncangan psikologis” ini makin diperparah dengan rumor adanya planet Nibiru yang konon akan menghantam Bumi di 2012. Selain itu, kabar lainnya seperti komet raksasa atau asteroid yang akan menubruk Bumi serta badai matahari raksasa.

Uniknya di Amerika Serikat, Ron Hubbard yang merupakan pencipta tempat penampungan bawah tanah berteknologi tinggi mendapatkan keuntungan melimpah karena bisnisnya meledak.

“Kami sudah pergi dari satu bulan untuk satu hari,” ujar Ron. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki opini tentang kalendar suku Maya.

Namun, ketika astrofisikawan datang menghampiri Ron dan membeli tempat penampungannya, ia diberi tahu bahwa akan ada efek dari badai matahari, radiasi dan  EMPs (electromagnetic pulses).

“Saya akan pergi ke bawah tanah pada 19 Desember dan keluar pada 23 Desember. Ini hanya dalam kasus bahwa siapapun akan baik-baik saja,” tuturnya.

Di China, dikabarkan seorang pria membangun kapal untuk mengantisipasi kiamat 2012. Pria bernama Lu Zhenghai dari wilayah barat laut China, kabarnya menghabiskan dana sebesar USD160 ribu (sekira Rp1,536 miliar) untuk menciptakan perahu yang mirip dengan bahtera atau kapal nabi Nuh.

Kapal ini diyakininya sebagai alat yang akan mengangkut keluarganya ketika terjadi banjir besar sebagai dampak dari rumor kiamat tersebut. Sementara itu, NASA secara agresif berusaha untuk menghilangkan ketakutan hari kiamat.

Badan antariksa asal Amerika Serikat ini mengungkap bahwa tidak adanya bukti terkait planet Nibiru dan rumor lainnya seputar kiamat yang terjadi di 2012. Untuk diketahui, suku Maya sendiri menolak setiap gagasan yang menyebutkan dunia akan berakhir.

Pedro Celestino YAC Noj, seorang pertapa suku Maya mengatakan, ia akan membakar biji dan buah untuk menandakan akhir dari kalendar tua pada sebuah upacara di Kuba. “Tanggal 21 adalah untuk memberikan terima kasih dan rasa syukur serta menyambut siklus baru di tanggal 22,” pungkasnya. (amr)

by : http://techno.okezone.com/read/2012/12/10/56/729998/kiamat-2012-suku-maya-gegerkan-warga-dunia

Leave a comment »

RIM Menggoda dengan Tampilan Teaser Gambar Blackberry 10 di Website Blackberry

Image

RIM telah menginformasikan sebelumnya bahwa mereka akan meluncurkan Blackberry 10 secara resmi pada tanggal 30 Januari 2013. Tapi RIM terus menghadirkan informasi seputar produk terbarunya supaya calon pembeli tetap menantikan produk mereka. Kali ini mereka menampilkan teaser atau gambar penggoda dari perangkat BB 10 terbaru mereka di website blackberry tepatnya di URL: http://global.blackberry.com/blackberry-10.html.

Tampilan gambar memperlihatkan tekstur belakang dari ponsel mereka yang berwarna hitam yang kemungkinan adalah ponsel layar sentuh yang telah bocor sebelumnya, dengan unit kamera di kiri atas, dengan logo Blacberry di tengah.  Memang kesan premium cukup terlihat di teaser ini dan semoga begitulah kenyataan yang nanti kita peroleh dengan perangkat BB 10 terbaru.

Mereka juga menampilkan teks  re-designed, re-engineered, and re-invented BlackBerry experience dan form bila Anda ingin mendapatkan update terbaru seputar BB 10 ini.

sumber : http://www.beritateknologi.com/rim-menggoda-dengan-tampilan-teaser-gambar-blackberry-10-di-website-blackberry/

Leave a comment »

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Leave a comment »

Apa Kamu Sadar Hukum ???

Anda Baca, Kami Bangga

ISMAYA DWI AGUSTINA

LIFE OF A LAW STUDENT

leonitaverea08

come to join me :) you'll know how friendly I am

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.